Sudah berkali-kali aku menghapus kata-kata yang sudah aku tulis.
Sudah berkali-kali juga aku membuang lembar demi lembar kertas. Aku
tidak tahu apa yang akan aku tulis. Akhir-akhir ini jarang ada ide yang
muncul di kepalaku.
Sebuah buku karya A.S. Laksana yang berjudul 'Creative Writing' mengajarkanku sesuatu. Tidak. Bukan hanya sesuatu. Tapi lebih dari sesuatu. Aku akan menuliskan kata-kata yang ada di buku itu.
Rahasia kreatifitas adalah 'Mendekatkan tangan dengan otak.'
Di
antara anggota tubuh yang lain, tangan adalah alat tubuh yang paling
dekat hubungannya dengan kreativitas isi kepala kita. Otak kita
merancang sesuatu, dan tangan kita yang akan mengerjakannya. Kecuali
mungkin pemain sepakbola, sepak takraw, atau pemain sepak-sepak lainnya.
Namun di luar lapangan, para penyepak itu tetap mengerjakan apa yang
ada dalam pikiran mereka dengan tangan juga. Karena itu, berilah
kesempatan kepada tangan untuk melakukan apa yang memang menjadi
kesukaannya. Jangan membiarkannya menganggur. Jika betul-betul ingin
menulis, beri tangan pena, atau berikan ia kesempatan menekan tuts-tuts
mesin ketik atau keyboard komputer/laptop. Biarkan ia menjalin kerja
sama dengan otak. Seorang penulis pernah berkata seperti ini: "Tulis apa
saja yang ada dalam pikiran anda. Dan segala yang berkecamuk di dalam
pikiran itu akan menemukan jalan keluar. Ketika kita menulis, tangan
kita akan melakukan sesuatu dan sebagai sahabat karib otak, ia akan tahu
cara mewujudkan apa yang ada di pikiran kita."
Menulis
adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun, terkadang kita mengalami
kebuntuan ide saat memulai sebuah kalimat atau bagaimana menutup sebuah
cerita. Itulah yang aku alami sekarang. Tapi pada dasarnya, menulis akan
terasa mudah dan menyenangkan bila kita punya keterampilan untuk itu.
So, dekatkanlah tangan kalian dengan otak kalian. Sebab, apa yang ditulis oleh tangan kalian adalah langkah pertama yang akan mewujudkan apa yang ada di kepala kalian.
Semoga bermanfaat ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar